Pengembangan
bahan ajar
Bahan ajar merupakan informasi, alat, teks
yang diperlukan guru dan terstruktur. Seperangkat materi yang tersusun secara
sistematis baik tertulis maupun tidak.
Bentuk-bentuk
bahan ajar:
1. Bahan
cetak (buku, modul, lembar kerja siswa)
2. Audio
visual ( vidio, film, VCD)
3. Audio
(radio, kaset)
4. Visual
5. Multi
media
Cakupan
bahan ajar:
1. Judul
2. Petunjuk
belajar
3. Tujuan
yang akan dicapai
4. Informasi
pendukung
5. Latihan-latihan
6. Petunjuk
kerja
7. Penilaian
Perbedaan
bahan ajar dan buku teks:
ü Bahan
ajar merupakan bahan/materi pembelajaran yang disusun secara sitematis yang
digunakan guru dan siswa.
ü Buku
teks mengasumsikan minat dari pembaca
ü Buku
teks ditulis untuk pembaca (guru, dosen)
ü Buku
teks dirancang untuk dipasarkan secara luas
- KATA KERJA OPERASIONAL
Kata
kerja operasional untuk pengembangan indikator silabus dan RPP berdasarkan
taksonomi bloom di bagi dalam beberapa pencapaian kompetensi dasar yang di
tandai oleh perubahan prilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap,pengetahuan
dan ketrampilan.
- Domain Kognitif
1. Pengetahuan
(C1), meliputi:
mengutip, menyebutkan, menjelaskan, menggambar,
membilang, mengidentifikasi, mendaftar, menunjuk, memberi label, memberi
indeks, memasangkan, menamai, menandai, membaca, menyadari, menghafal, meniru,
mencatat, mengulang, mereproduksi, meninjau, memilih, menyatakan, mempelajari,
mentabulasi, memberi kode, menelusuri.
2. Pemahaman
(C2), meliputi :
Menjelaskan,
menyimpulkan, merangkum, memperkirakan, mengkategorikan, mencirikan, merinci,
mengasosiasikan, membandingkan, menghitung, mengubah, mempertahankan,
menguraikan, menjalin, membedakan, mendiskusikan, mencontohkan, menerangkan,
merangkum, menjabarkan.
3. Penerapan
(C3), meliputi :
Menugaskan,
mengurutkan, menerapkan, menyesuaikan, mengklasifikasi, menentukan, menghitung,
mengembangkan, memodifikasi, menentukan, menilai, melatih, mengemukakan,
menyelidiki, mempersoalkan, memproduksi, memproses, mengaitkan, menyusun,
memecahkan, memproses, meramalkan.
4. Analisis
(C4), meliputi :
Menganalisis,
menegaskan, membuat diagram, membedakan, menghubungkan, menjabarkan,
mengkorelasikan, merasionalkan, menguji, mencarahkan, menjelajah, menyimpulkan,
menemukan, menelaah, memaksimalkan, mengukur, memerintajkan, mengedit, melatih.
5. Sintesis
(5), meliputi : Menciptakan, mendesain, memformulasikan, membuat prediksi,
mengatur, mengumpulkan, menyusun, mengarang, menciptakan, mengkreasikan,
merencanakan, memperjelas, merumuskan, menggabungkan, memadukan, membatas,
menampilkan, merangkum, merekonstr uksi.
6. Evaluasi (C6), meliputi :
Membuat
kritik, memberi penilaian, membandingkan, membuat evaluasi, menugaskan,
menafsirkan, membuktikan, merangkum,
- Domain Afektif
1. penerimaan
2. tanggapan
3. penghargaan
4. pengorganisasian
5. karakteristik
berdasarkan nilai-nilai
- Domain Psikomotor
1. Menirukan
2. Memanipulasi
3. Pengalamiahan
4. Artikulasi
Asesmen kinerja dan portofolio dalam
pembelajaran IPA di SD
A. Asesmen kinerja yaitu penilaian terhadap
proses perolehan penerapan pengetahuan dan ketrampilan melalui proses
pembelajaran yang menunjukan kemampuansiswa dalam proses dan produk. Asesmen
kinerja pada prinsipnya lebih ditekankan pada proses ketrampilan dan kecakapan
dalam menyelesaiakan tugas yang diberikan.
Berdasarkan cara melaksanakan asesmen
kinerja, dapat dikelompokan menjadi:
1. Asesmen
kinerja klasikal digunakan untuk mengases kinerja siswa secara keseluruhan
dalam satu kelas keseluruhan.
2. Asesmen
kinerja kelompok untuk mengases kinerja siswa secara berkelompok
3. Asesmen
kinerja individu untuk mengases kinerja secara individu.
Utnuk merealisasikan assesmen kinerja
ini, dimulai dengan membuat perencanaan asesmen kinerja yang meliputi tiga fase
penting, yaitu:
1. Fase
1:mendefinisikan kinerja
2. Fase
2: mendesain latihan-latihan kerja
3. Fase
3 : melakukan penskoran dan perekaman/pencatatan hasil
B. Asesmen
portofolio
Portofolio
sebagai asesmen otentik digunakan untuk beberapa keperluan yaitu untuk
mendokumentasikan kemajuan siswa, mengetahui bagian-bagian yang perlu
diperbaiki, membangkitkan kepercayaan dan motivasi belajar, mendorong
tanggungjawab siswa untuk belajar.
Keuntungan penerapan portofolio sebagai
asesmen ontentik antara lain sebagai berikut:
1. Kemajuan
belajar siswa dapat terlihat dengan jelas
2. Menekankan
pada hasil pekerjaa terbaik siswa
3. Menbandingkan
pekerjaan sekarang dengan yang lalu
4. Siswa
dilatih untuk menentukan pilihan karya terbaik
5. Memberikan
kesempatan kepada siswa bekerja sesuai dengan perbedaan individu
6. Dapat
menjadi alat komunikasi yang jelas
Berikut ini adalah model portofolio IPA SD
yang berisi contoh-contoh pekerjaan siswa:
1. Hasil
ulangan
2. Uraian
tertulis hasil kegiatan percobaan sederhana
3. Gambar-gambra
dan laporan lisan
4. Produk
berupa hasil pekerjaan proyek
5. Laporan
kelompok dan foto kegiatan siswa
6. Respon
terhadap pertanyaan open-ended masalah pekerjaan rumah
7. Salinan
piagam penghargaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar